Friday, 18 March 2011

Mengembangkan potensi diri... (1)


Segala sifat-sifat yang baik pada diri manusia sama ada semulajadi atau diasah bakatnya, mempunyai kekuatan-kekuatan tersendiri apabila ia diserlahkan melalui tindakan fizikal. Ia mampu dimanfaatkan bukan sahaja pada diri sendiri malah ia bermanfaat pula pada insan yang lain.

Perkara ini dapat dilihat sendiri pada diri Rasulullah dan juga peribadi para sahabat Rasulullah yang telah dididik dari acuan Al Quran karim atau sibghah (acuan) Allah Taala. Kecantikan sifat-sifat ruhi, akal, jasad yang ada pada diri mereka, sehingga mereka digelar sebagai generasi Al Quran yang unik. Yang paling penting, mereka telah dimurnikan pegangan aqidah mereka kepada Allah Taala.

Aqidah memerlukan pembersihan jiwa, akal dan tindakan jasad. Segala sifat-sifat jahiliyyah yang 'berkarat' dalam diri mesti dihakis keluar. Kekaratan jahilliyyah ini bukan sahaja telah menggelapkan budaya hidup dan kelakuan keperibadian malah telah menenggelamkan ubudiah dan kemurniaan akal fikiran yang fitrah untuk tunduk menyembah Allah yang maha esa. 

Potential energy

  • In physics, potential energy is the energy stored in a body or in a system due to its position in a force field or due to its configuration.[1]. The SI unit of measure for energy and work is the Joule (symbol J). The term "potential energy" was coined by the 19th century Scottish engineer and physicist William Rankine [Wikipedia]
  • Potential energy is energy that is stored within a system. It exists when there is a force that tends to pull an object back towards some lower energy position. This force is often called a restoring force [Wikipedia]
  • Second law: A body of mass m subject to a force F undergoes an acceleration a that has the same direction as the force and a magnitude that is directly proportional to the force and inversely proportional to the mass, i.e., F = ma.
Alternatively, the total force applied on a body is equal to the time derivative of linear momentum of the body. [Wikipedia]

Manusia makhluk yang unik?...

Manusia adalah makhluk yg paling sempurna dan paling mulia berbanding dengan makhluk yang lain. Kesempurnaan ciptaan manusia itu terbina dari ruh, akal dan jasad. Dan ketiga-tiga unsur ini saling perlu memerlukan di antara satu sama lain.

Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkat mereka di daratan dan di lautan, kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakkan makhluk yang telah kami ciptakan (Al-Isra’: 70)

Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya (As-Syam: 8)
  • Dibekalkan potensi yang negatif 
  • Dibekalkan dengan potensi yang positif
Potensi negatif manusia

Antara beberapa sifat dan watak negatif manusia yang telah dikhabarkan di dalam Al Quran.

Cenderung berwatak keluh-kesah dan kedekut -

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir (Al-Ma’arij: 19)

Sangat zalim dan bodoh –

Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-ganang, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khuatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh (Al-Ahzab: 72)

Tergesa-gesa –

“Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (azabKu). Maka janganlah kamu minta kepadaKu mendatangkannya dengan segera” (Al-Anbiya’:37)

Di dalam Kerugian –

“Demi masa sesungguhnya manusia itu sentiasa di dalam kerugian” (Al- Asr:2)

Potensi positif manusia

Antara beberapa sifat dan watak positif manusia yang telah dikhabarkan di dalam Al Quran.

Manusia mampu berubah (Transform) -

Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan sesuatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain dia (Ar-Ra’d [13] : 11)

Manusia mampu berfikir (Ulul AlBab) -

Dia memberi hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat (Al-Baqarah [2] : 269),

(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beridah pada waktu malam sujud dan berdiri kerana takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, "Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran (Az-zumar [39] :9)

(iaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat (Az-zumar [39] : 18)

Maka apakah orang-orang yang dibukankan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya(sama dengan orang yang hatinya membatu?) Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata (Az-zumar [39] : 21)

Manusia mampu menilai -

Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari tuhanmu. Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu) maka dialah rugi. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga (mu) (Al An’am [6] : 104),

(Iaitu) bagi siapa di antara kamu yang ingin maju atau mundur (Al-Muddasir [74] :37)

Belajar melalui perbandingan & ‘ibrah -

Bolehlah dilihat di dalam Surah An-Nahl, An-Naml

Manusia mampu mempelajari ilmu -

Musa berkata kepadanya, Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?. (Al-Kahf [18] :66)

(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beridah pada waktu malam sujud dan berdiri kerana takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, "Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran (Az-zumar [39] :9)

Manusia mampu beramal -

Maka maha tinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al Quran sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah "Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku (Taha [20] :114)

Perumpamaan org-org yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalnya) adalah seperti keldai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah dan Allah tidak memberi petunjuk kepada org-orang yang zalim (Al-Jumu’ah [62]:5)

bersambung... Mengembangkan potensi diri... (2) - http://engr-ranting.blogspot.com/2011/03/mengembangkan-potensi-diri-2.html

Nota:
[1] Terjemahan Al Quran
[2] Wikipedia
[3] Majmuk Rasail
[4] Revolusi IQ-EQ-SQ - Taufik Pasiak, PT Mizan Pustaka, Bandung 2002
[5] Fiqh Seerah Ramadhan Al Buti

abuzorief @ University of Leicester
30/10/2010, Sabtu

2 comments:

  1. maknanya, IM masih ada potensi negatif!..

    ReplyDelete
  2. Semua kita ada kedua2 potensi, hanya kita sahaja kena cari bagaimana nak manfaatkan keduanya, Allah menceritakan tentang sifat negatif tetapi Allah memberikan jalan penyelesaian... cth demi masa manusia itu dlm kerugian... kecuali, mereka yang beriman dan beramal soleh, berpesan dengan kebenaran dan kesabaran.....

    ReplyDelete