Pages

Tuesday, 7 September 2010

Ramadhan vs akhir yang pasti


Hampir beberapa hari lagi akan berlabuh tirai Ramadhan. Countdown ini turut berdetik bersama detiknya nadi urat di tubuh. Sebak dan cemas sentiasa menerpa di ruang kotak hati yang selama ini telah melalui sebulan proses tarbiyyah di madrasah Ramadhan. Adakah masih ada lagi saki-baki karat mazmumah dan kotoran jahilliyah yang melekat di sudut-sudut hati tersebut?...
 
Semak!...

Wallahu 'alam, Allah lebih mengetahui dan hanya kita sahaja yang tahu dan perasan akan perubahan terhadap diri kita sendiri...
 
  • Kalau dulu selalu mengadu domba, selepas Ramadhan pasti tidak lagi...
  • Kalau dulu tidak bermotivasi dalam kehidupan tetapi selepas Ramadhan pasti melonjak semangat dan azam...
  • Kalau dulu kurang amanah sebagai pekerja, tetapi selepas Ramadhan tidak lagi, malah lebih berhimmah dan berdedikasi tinggi...
  • Kalau dulu kurang memberi tumpuan terhadap pendidikan anak-anak dan keluarga, tetapi selepas Ramadhan menjadi lebih bertanggung-jawab mengurus dan melaksanakan tanggungjawab... 
  • Kalau dulu kurang menitikberatkan dan tidak melaksanakan suruhan Allah maka selepas ramadhan ini pasti bertaut hati dan nafsu merealisasikan taubat nasuha dengan linangan air mata, pasrah menuntut keampunan dari Rabb yang maha pengasih dan penyayang. 
    • Kalau dahulu tidak menutup aurat, Ramadhan kini adalah penyudah kepada kedangkalan diri sendiri 
    • Kalau dahulu suka dan senang hati meninggalkan ibadah wajib, Ramadhan kini terasa insaf dan berupaya memulihkannya.
  • Kalau dulu sentiasa sedap dengan rasuah tetapi selepas ini merasa penuh keinsafan dan menjadi seorang insan yang amat pemurah memberi sedekah dan berintegriti tinggi.
  • Kalau dulu selalu memutuskan silaturrahim dengan ibu-bapa, kini selepas Ramadhan terasa betapa sayangnya akan mereka berdua.
Perubahan

Begitulah yang akan terjadi, perubahan demi perubahan sepatutnya disedari. Tetapi kalau masih juga tidak merasakan perubahan pada diri sendiri, segeralah bertaubat dan beristigfar kepada Allah semoga Allah memberi Rahmat ke atas kita. Diberinya masa dan saki baki masa adalah peluang untuk membaiki diri. Jangan pula peluang yang ada ini diabaikan sekali lagi dan ditangguh-tangguhkan sehingga akhirnya disedari ketika mana nyawa sudah dihujung halkum dan sudah berkeadaan nazak. Bertaubat pun tidak berguna lagi di saat ini. Di saat ini juga, maka menyesal pun tidak berguna. Menangis keluar air mata darah pun tidak akan mengubah nasib sendiri yang akan bakal diterima di alam barzakh dan di akhirat kelak.

1000 bulan

Inilah sebenarnya proses tarbiyyah yang perlu dilalui setiap kita apabila berada di dalam bulan Ramadhan yang mulia dengan jaminan seluruh kebaikan yang dilakukan adalah lebih baik daripada 1000 bulan. Bulan yang diturunkan Al Quran dengan awal sejarahnya dilalui oleh baginda Arrasul kita dengan perasaan yang cemas dan takut ketika mana di suruhnya membaca, Baca... baca... baca... dengan rangkuman kuat oleh malaikat Jibrail dan akhirnya pula diamanahkan untuk memikul sepenuh tanggungjawab sebagai nabi dan Rasul untuk mendidik ummat merealisasikan misi dan visi Islam yang suci yang mana ianya bertunjangkan akidah yang sejahtera, ibadah yang sahih dan akhlak yang mulia.

Semua ini dilakukan dengan hati yang telah dibersihkan dari segala zulumat atau kegelapan jahiliyyah yang bermaharaja-lela dan bersarang di dalam hati. Kalau Arrasul pun dibersihkan hati yang menjadi simbolik pemurniaan jiwa inikan pula kita sebagai manusia yang sentiasa bergelomang dengan dosa-dosa dan kelemahan diri. Kita harus sedar bahawa usaha menyucikan hati telah diajarkan oleh Allah dan Arrasul supaya kita menjadi hamba Allah yang paling bertaqwa sepertimana yang diharapkan.

Produk

Jangan pula di akhir Ramadhan ini, proses tarbiyyah yang sepatutnya menatijahkan produk-produk yang terbaik yang akan sentiasa relevan untuk diguna-pakai untuk 11 bulan yang akan datang menjadi produk yang tidak mampu memberi 'tenaga' yang panjang, produk yang korup, produk yang lemah dan produk yang busuk dan tidak boleh diguna-pakai untuk melalui sekali lagi proses sebegini di Ramadhan akan datang.

Semoga Ramadhan ini benar-benar memberikan sinar perubahan yang dikehendaki oleh Allah dan Arrasul tercinta, menjadi jambatan yang bertaut kukuh untuk berhubung kasih dengan Allah Taala...

Wassalam...
 
abuzorief @ sheffield
28 Ramadhan 1431h, 
7/9/2010 Tuesday
10.25am

Monday, 6 September 2010

The top 10 worst foods to eat


10 foods that are really bad for your body…
Posted By Realbuzz, Mon 06 Sep, 2010 10:37AM BST @yahoo!lifestyle

True, we are surrounded by junk foods, packed with sugar, fat and salt and generally processed to the extreme - but which ones are the real no nos, foods that you really should avoid? We've selected 10 of the big hitters, 10 foods that are really bad for your body and your long-term wellbeing.

Now we are not saying that these types of foods should never pass your lips again, it's just a heads up on the fact that they shouldn't feature too heavily in your diet if you want to maintain healthy nutrition and maybe lose a few pounds.

Pork scratchings
Heavy and hard, we are talking fatty pig skin deep fried and then doused in salt. Also, if you are lucky you might even get one sporting a few hairs; pig hair is usually removed by quickly burning the skin before it is cut into pieces and cooked in the hot fat. Plus they are not great for your teeth either; we couldn't get the stats on how many dental injuries have been inflicted by eating these suckers but we are guessing it's pretty high.

Fried desserts
Fried desserts feature high up on the list of worst foods to eat as essentially you are dipping something in batter that is already high in sugar and fat, and then deep frying it. And don't be fooled by pineapple and banana fritters either, they are no better because they are fruit, the layer of batter and the fact they are swimming in sugary syrup make them no go dishes too.

Cheesy chips
Chips or fries could feature as a bad food on their own, but, as you know we are all about moderation here at realbuzz.com and seriously cutting chips from your life totally would be a hard move. But taking a plate of chips and layering them in cheese, well, that takes them up a notch in the bad food stakes. Cheese typically contains over 10 times as much saturated fat as fish and white meat and coupled with deep fried carbs, a serving of cheesy chips are a big bad no no.

Fizzy drinks
Pop and soda - yeah they're bad, mainly because they pack massive amounts of calories even in small quantities, so you are adding to your daily calorie quota and getting little nutritional value in return. Studies have also linked fizzy drink consumption to osteoporosis, tooth decay and heart disease. And diet drinks are not recommended either, granted they are lower in calories but as they contribute to dental erosion (the bubbles in the drink are acidic) they are a no go as well.

Coloured alcopops
Cutting alcohol totally from your diet is a bit like the chip situation, not entirely practical and could lead to a generally joyless existence, but there are boozy drinks that are far worse than the others and alcopops are one of them. Alcopops are again big calorie culprits as they are packed with sugar and calorific alcohol. Plus the fact that they are full of colours and flavourings all contribute to making them a pretty toxic tipple. Little rule of thumb, the brighter the colour of the alcopop, potentially the worse it is for you. Instead opt for clear spirits with soda, tonic or fruit juice and steer clear of the Technicolor stuff.

Liquid meals
Okay, they aren't inherently bad for you, but liquid meals or meal-replacement drinks do keep you from eating proper food. You need to make sure you eat eating whole, natural foods to ensure you gain all your nutrients. Meal replacements maybe okay for people who are too ill to eat, but don't let them replace the real foods in your diet.

Processed meats
These are also sometimes referred to as 'mystery meats' because it's ambiguous as to what some of them actually contain. But you can be assured that if it comes from a can and is kind of unrecognisable - it's not going to be great for your body. Try to steer clear of sausages and salamis too, these food stuffs are generally all the unwanted bits churned up with fat and salt, we are talking heads, knees and toes (plus a few other less-desirable bits).

Chicken nuggets
First off, chicken nuggets that are not made from fillets are the real bad guys. Again it's similar to the sausages situation, all the leftover carcass bits mixed up with sawdust-type stuff to bulk out the meat so manufacturers can crank out more portions. But it's when these little nuggets are deep fried that really boosts their 'worst-food' status and it's all to do with the size. Smaller fried items, i.e. nuggets absorb more fat that larger pieces of fried goods, so a portion of nuggets will pack way more fat that a single larger fried piece. So if you want fried chicken - go for a big breast.

Doughnuts
If there is one food that epitomises the 21st century junk food it's the doughnut. Coated, filled, glazed, sugared, jam crammed or plain old ring they are not great for your body. And it's not only the refined flour, refined sugar and then the frying in the refined oil that makes them bad for you. Doughnuts will upset blood-sugar balance, and give a quick high followed by a crash and burn low, then you guessed it, you're hungry again and reaching for another one - that's why they generally come in bags of 10.

Canned soups
Now, soups don't seem to be one of the bad boys and in comparison to some of the above, and they probably can sit quite comfy in the middle of the bad-food scale, but it's their salt-packing stealth that gets them into this list. Soups mainly sport a healthy identity; wholesome, warming and good for you. The reality is many canned varieties are super-high in salt, so if you must have soup, avoid the canned ones or make your own.

More from realbuzz.com

abuzorief @ Sheffield
6/9/2010, monday

Ramadhan Lailatul Qadr vs Santa


Semalam saya menghadiri iftar bersama-sama dengan komuniti Arab. Berbuka dengan kurma dan secawan jus dan terus mengerjakan solat maghrib. Selesai, kemudian sambung makan lagi untuk 2nd round, nasi Arab daging kambing pula... amboi mak!, banyaknya, perut pun sendat, kenyang, Alhamdulillah.

Semalam orang kata, malam lailatul Qadar. Jom pergi I'tikaf kat masjid... Tak palah hang pi dulu... kalau aku rajin sat lagi aku pi... Aduh! badan rasa letih sangat ni, solat dan mengaji di rumah sajalah... Mungkin 'bahana' makan terlalu banyak...

Anak-anak muda

Semalam di masjid Pakistan, penuh dengan anak-anak muda, beri'tikaf, tapi 'pelik' anak-anak muda berambut capang, berantai leher, berantai lengan, berseluar ketat duduk di saf belakang menanti masuk waktu solat, hari lain tidaklah seramai macam ini. Alhamdulillah, masih ada rasa sayang untuk beribadah bersama-sama.

Namun, subuh pun begitu juga, penuh ruang masjid, anak-anak remaja berbaju t'shirt ber'cetak-cetak'. berambut capang, kusut kasai, berantai di leher dan tangan, menanti imam untuk memulakan solat Subuh, bersiap sedia untuk berbaris memenuhi saf, yang berjubah, berkuttah, berserban dan berkopiah tidak perlu lagi saya sebut, mereka ini semuanya ahli masjid, ahli syurga Allah. Alhamdulillah, saya rasa hampir 150 orang jamaah subuh pagi ni, satu pandangan yang luar biasa jika aku bandingkan di negara saya sendiri.

Alangkah bagusnya, kalau anak-anak muda di negara saya sebegini rupa, kembali sedar betapa pentingnya beribadah, mengejar kepentingan Ramadhan atau ibadah-ibadah fardhu yang lain.

Lailatul Qadr vs Santa

Apakah malam lailatul Qadr itu hendak disamakan sepertimana di'dongeng'kan atau diperbodohkan macam cerita Santa Claus terbang dengan rusa-rusanya di awan-awanan dan menghantar hadiah-hadiah ke setiap rumah? Habis dengan anak-anak saya juga diperbodohkan dengan cerita Santa apabila tiba perayaan si Santa.

Percayalah! Allah hendak memberitahu kepada kita bahawa malam Lailatul Qadr itu bukanlah malam yang penuh dengan cerita-cerita ajaib dan ganjil yang membuatkan manusia merasa cemas dengan harapan menanti pokok sujud, air dalam bekas jadi beku dan sebagainya, tetapi manusia disuruh berlumba-lumba beribadah dan berdoa memohon keampunan di mana-mana sekalipun dan berebut-rebut sebanyak mungkin rahmat dan mengaut sepenuhnya ganjaran yang berlipat kali ganda yang dianugerahkan oleh Allah Taala di bulan yang penuh dengan kemulian ini.

Sesungguhnya kami telah menurunkanya (Al Quran) pada malam Qadr. Dan tahukah kamu apakah malam kemulian itu?. Malam kemulian itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibrail) dengan izin tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar. (Surah Al Qadr: 1 - 5)

Wallahu 'alam, sekian

abuzorief @ darnall sheffield
6/9/2010 isnin, 27 ramadhan
4.27 pm

Ramadhan vs e-mail, facebook atau Quran


Bila kita berhadapan di antara 2 situasi di persimpangan, yang mana satu hendak dipilih, A atau B?... sedangkan kedua-duanya amat jauh perbezaan kepentingannya...

Bukankah menarik persoalan ini?...

Begitulah apa yang berlaku pada diri kita sendiri. Hendak membaca Quran ke... atau nak baca email yang bertalu-talu masuk memenuhi inbox folder... Pilihan sebegini pula terjadi bila mana time hendak membaca Quran ataupun sudah membaca beberapa baris ayat.

Baru mula hendak menyelak halaman juzuk, Aaih! tengok email dululah... Bila sudah membaca beberapa baris ayat, malah belum habis pun semuka, Aaih! klik facebook satlah...

Bila sudah membaca email, maka berlengah-lengahlah pula masa dihabiskan untuk membaca dari satu email ke satu email... Kalau ke bahagian facebook atau ada yang commented facebook... menerawang pula di kepala otak, eissh! apa depa komen haa, tengok sat... maka habis seluruh isinya di'khatam' dik jauhnya 'dunia' dan maklumat yang dijelajahi. Asalnya tadi hendak 'menjelajah' sekejap sahaja, tetapi semakin berjam-jam pula masa di'sedekah'nya begitu sahaja.

Yang menanti tetap menanti, Quran tetap setia berada disisi menanti untuk ditatapi. Amat setia menunggu dari seminit, sejam dan terus sehari... namun tetap juga tidak diselaknya.

Wahai umat manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Al-Quran yang menjadi nasihat pengajaran dari Tuhan kamu dan yang menjadi penawar bagi penyakit-penyakit batin yang ada di dalam dada kamu dan juga menjadi hidayat petunjuk untuk keselamatan, serta membawa rahmat bagi orang-orang yang beriman. Yunus [10:57]

Pengurusan diri dan masa

Sepertimana dimaklumi, Ramadhan hanya datang setahun sekali. Bulan yang penuh barakah dan diganjari pahala yang amat banyak dan tidak terhingga. Kemuliaannya tidak dapat ditandingi di bulan-bulan yang lain. Namun, hakikat yang terjadi adalah desakan nafsu kita sentiasa menjadi batu halang untuk kita terus istiqamah dan 'bekerja' keras untuk menambah amal yang dijamin dan pasti mendapat pahala yang berlipat kali ganda.

Peribadi yang bijak dan cerdik adalah peribadi yang berjaya menyusun masa dan mengurus diri supaya Ramadhan ini tidak disia-siakan berlalu begitu sahaja. Tahap kawalan yang serius terhadap masa dan tenaga di bulan yang mulia ini akan memberikan kepuasan yang maksima sekiranya diurus dengan baik. Aktiviti-aktiviti amal di bulan ini diberikan perhatian khusus berbanding dengan bulan.
  • Kalau Al Quran selalunya dibaca 1 baris ayat atau 1 muka surat, tetapi di bulan Ramadhan dihabis untuk sejuzuk setiap hari dan mentadabbur ayat sebaik mungkin.
  • Kualiti Tarawikh ditingkatkan
  • Hubungan silaturrahim dijaga, bermaaf-maafan dan memohon keampunan sesama manusia.
  • Memperbanyakkan taubat kepada Allah
  • Memperbanyakkan amalan sunat
  • Memperbanyakkan bersedekah terutamanya memberikan bantuan kepada fakir miskin dan kepada yang sangat memerlukan
  • Menggelakkan pembaziran masa
  • Menggelakkan pembaziran makanan ketika berbuka dan bersahur
  • Tidak mengumpat dan mengadu domba dan kekal menjaga perbuatan ini dibulan-bulan yang lain
  • Berusaha bersungguh-sungguh melaksanakan amal maaruf dan mencegah kemungkaran
  • Dan sebagainya.

Sekiranya kita benar-benar sayangkan dengan kehadiran Ramadhan ini, maka perlakukan amal yang terbaik sepanjang kehadirannya.

Allah memberikan Hikmat kebijaksanaan (ilmu yang berguna) kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan yang ditentukanNya) dan sesiapa yang diberikan hikmat itu maka sesungguhnya dia telah diberikan kebaikan yang banyak. Dan tiadalah yang dapat mengambil pengajaran (dan peringatan) melainkan orang-orang yang menggunakan akal fikirannya. Al-Baqara [2:269]

Madrasah

Di dalam madrasah Ramadhan ini tidak ada guru yang mengajar dan mendidik kita melainkan kita sendirilah yang menjadi guru kepada diri sendiri. Kitalah yang mejadi hakim dan juri ke atas diri kita sendiri.
  • Belajar mendisiplin diri sendiri
  • Belajar memperbaiki diri sendiri
  • Belajar untuk menjadi patuh dan taat kepada Allah
  • Belajar untuk membersihkan hati nurani
  • Belajar untuk menundukkan hawa nafsu dan sifat terkeji atau mazmumah
  • Belajar untuk mempertingkatkan sifat terpuji atau mahmudah
  • Belajar untuk mematuhi masa
  • Belajar untuk menjadi peribadi yang pemurah
  • dan sebagainya
Inilah keistimewaan Ramadhan yang menjadi medan atau platform untuk mengubah nasib diri. Berdoalah kepada Allah Taala supaya kita terus kekal istiqamah dan berjaya melaluinya dengan satu kejayaan.

Tepuk dada, tanyalah diri sendiri....

Wallahu a'lam...

abuzorief @ sheffield
6/9/2010, monday
27 Ramadhan 1431h
3:37pm

Thursday, 26 August 2010

Ramadhan vs penderitaan


Sudah masuk setengah purnama berpuasa. Alhamdulillah, anak-anak pun sudah steady untuk menghabiskan setengah bulan terakhir. Pada awalnya mereka merungut kelaparan. Maklumlah puasa yang paling lama sepanjang sejarah hidup. Di awal ramadhan, sahur tamat pada jam 3.30 pagi dan berbuka pada jam sekitar 9.00 malam. Jangka masa yang panjang. Lebih kurang 17 - 18 jam berpuasa. Walaupun tidak seberapa panas, tetapi air di dalam badan cepat juga dehydrated. Perut mula pedih di penghujung yang ke 15 jam terakhirnya. Namun kalau diisikan dengan aktiviti insyaallah ia mampu melupakan 'penderitaan' tersebut.

Kekurangan makan

Begitulah agaknya yang berlaku pada mereka yang menderita kekurangan makanan. Pedih perut, sakit perut, lemah badan tidak bermaya, penat dan sebagainya bila berkeadaan miskin dan fakir. Tidak ada duit untuk berbelanja. Atau pun sekadar hanya kais pagi makan pagi dan kais petang makan petang. Tetapi yang tidak berkemampuan langsung, usahkan kais, tengok makanan pun tidak ada. Inilah yang telah berlaku di bumi Gaza, Palestine, atau negeri-negeri yang mengalami krisis ekonomi yang teruk.

Tarbiyyah di Madrasah Ramadhan

Walaupun 'penderitaan' yang kita alami hanya sementara waktu sahaja tetapi ianya cukup memberi pengajaran yang besar di dalam kehidupan. Madrasah Ramadhan telah menyediakan ruang tarbiyyah untuk kita sama-sama menjalani latihan samada berbentuk jasmani, rohani mahupun akal fikirian. Ia mampu menundukkan sikap ego, bermewah-mewah, dan segala sifat mazmumah yang lain. Tetapi dicelah-celah proses tarbiyyah ini juga, ada dikalangan kita tewas dan kalah dengan perkiraan diri kita sendiri. Mereka yang tewas di bulan ini sudah tentu akan tewas di 11 bulan seterusnya. Tewas dengan desakan hawa nafsu. Tetapi bagi mereka yang berjaya mendidik diri di Madrasah ini, maka mereka akan menang kerana berjaya menundukkan hawa nafsu yang selama ini telah menguasai diri selama 11 bulan sebelumnya. Sebulan di dalam pentarbiyyahan ini juga akan mencorakkan warna-warni kehidupan yang panjang yang penuh dengan cabaran.

Penderitaan sebenarnya menginsafkan diri kita supaya lebih melihatkan kerahmatan Allah di dalam diri sendiri. Mampu untuk merubah kehidupan dari kurang bersyukur kepada lebih bersyukur kepada Allah Taala. Dari bermegah-megah dengan kehidupan kepada tunduk dan tawaduk mencari keredhaan Allah Taala. Dari sikap pembaziran kepada suka memberi dan bersedekah kepada yang memerlukan.

Allah telah menfardhukan puasa ini kepada orang-orang sebelumnya. Ini bermakna proses tarbiyyah diri manusia telah berlaku sekian lama. Corak pentarbiyyahan ini adalah proses yang asli atau sibghah Allah dan bukannya cipta dan rekaan manusia, namun pemilik sebenarnya adalah Allah Taala. Umum mengetahui akan kebaikan amalan berpuasa bukan sahaja dari segi kesihatan tetapi lebih kepada timbang-tara di antara kehidupan manusia di atas muka bumi ini untuk dikira di padang mahsyar kelak.

Keampunan

Sikap kita berlebih kurang melaksanakan amalan ini akan merugikan kita. Kerana Allah Taala telah memberi jaminan bahawa bulan ini merupakan bulan rahmat, maghfirah dan diampunkan segala dosa. Bulan yang mengatasi kebaikan dari 1000 bulan. Tetapi dengan syarat, ianya perlulah dilakukan di dalam ruang lingkup spesifikasi yang dikehendaki.

Kita mendoakan supaya Allah Taala mengembalikan rahmatnya di atas muka bumi ini. Banjir, kemarau dan berbagai-bagai mala-petaka yang berlaku sekarang telah mengakibatkan banyak masalah. Tanaman rosak dan bekalan makanan berkurangan. Krisis makanan yang melanda telah meresahkan kehidupan kita. Kesannya bukan sahaja di negara yang dilanda mala-petaka tetapi dirasai oleh seluruh manusia di atas muka bumi ini. Barang-barang makanan berkurang dan harga barang makanan turut melambung naik.

Bila melihat anak-anak sendiri menangis kelaparan, terbayang sayu kerana lebih jutaan anak-anak miskin yang kelaparan yang memerlukan makanan. Bila anak-anak sendiri memilih-milih makanan yang berada di depan mata, terbayang sedih melihat jutaan anak-anak miskin yang tidak mampu untuk merasa hidangan yang berkhasiat dan sedap. Bila anak-anak sendiri membazir-bazirkan makanan, terbayang hiba bila mengenangkan jutaan anak-anak miskin yang mengharapkan belas kasihan dari kita semua untuk mendapatkan sesuap makanan.

abuzorief @ sheffield
26/8/2010
5.16pm

Friday, 20 August 2010

Ramadhan vs pembaziran

 
Sejak di ambang Ramadhan lagi sudah digembar-gemburkan dengan berbagai-bagai 'pesta' yang akan berlaku di bulan Ramadhan. Paling menyedihkan lagi apabila tiba di akhir bulan. Tiada lagi pahala, barakah, rahmah dan maghfirah. Seolah-olahnya bulan Ramadhan ini bulan yang penuh dengan keraian, temasya dan keramaian yang jarang-jarang sekali kita jumpa di 11 bulan yang lainnya. Dari pesta pasar Ramadhan, berbuka puasa di Hotel atau clubhouse atau di restoren-restoren, jualan murah hari raya di supermarket atau pasaraya, jualan lelong pakaian raya di gedung beli-belah atau perabot hiasan atau barangan elektrik terkemuka dan berjenama sehinggalah pesta moreh di masjid-masjid. Dibulan inilah juga terasa mata menjadi begitu rambang sekali dan nafsu pula meronta-ronta membisik di hati supaya membeli dan terus membeli.
Ayuh!, Lihatlah betapa mudah dan banyaknya pembaziran duit dilaburkan dengan begitu sahaja...

Dibulan puasa ini juga dirasakan masa begitu banyak terluang sehingga tidak mampu juga untuk diisinya dengan perkara-perkara yang berfaedah. Paling banyak sekali ialah aktiviti bersantai dan menonton TV, Video, bermain games atau tidur yang berlebihan atau melebihi had waktu. Sedangkan masa terluang ini boleh sahaja diisi dengan membaca Quran, zikir, membaca dan menelaah buku, solat sunat dan sebagainya.

Ayuh!, Lihatlah betapa mudah dan banyaknya pembaziran waktu berlaku dan dibiarkan begitu sahaja berlalu...

Kalau juadah berbuka puasa, jangan cakaplah... memang banyak dan beraneka jenis juadah dan hidangan. Semuanya menarik dan sedap-sedap belaka. Dari juadah yang berwarna merah, biru, kuning, hijau atau berwarna-warni sehinggalah ke warna hitam, semuanya sedap dan menawan di mata terus ke hati. Tetapi akhirnya yang dimakan hanyalah pilihan yang sedap di mulut dan di anak tekak sahaja. Dan yang lainnya menerima nasib yang kurang baik kerana akan dihumbannya ke dalam tong sampah yang tidak berapa dipenuhi dengan penghuni sampah atau di longkang atau paling bertuah pun ayam-itik peliharaan di reban.

Ayuh!, Lihatlah betapa mudah dan banyaknya pembaziran rezeki dan makanan sehingga dibuangnya dengan begitu sahaja...

Wallahu'alam

abuzorief @ sheffield
20/8/2010

Thursday, 19 August 2010

Nasib si Ramadhan...


Salam diberi pembuka kata,
Syok berpantun sungguh tak terkata,
Kata sini kata sana,
Umpat sini, umpat sana,
Semuanya memang benar-benar belaka,
Itulah nasib ramadhan yg mulia,
Akibat manusia berbuat durjana,
Jangan sampai besar kepala,
Pada tuhan Allah Taala.

Pi hang tengok ditempat kita,
Restoren mamak merata-rata,
Nasi kandar beranika jenama,
Depan pintu tutup, belakang pintu buka,
Nampak kaki tak nampak kepala,
Dok layuq orang siang hari buta,
Bukan pelik tapi kisah benar belaka,
Hanya very-very special di bulan puasa...

Berduyun-duyun ke bazar ramadhan,
Jantan betina lelaki perempuan,
Bersentuh badan, punggung dan lengan,
Dok buat bukan-bukan,
Syariat agama letak belakang,
Itulah nasib si bulan Ramadhan,
Ikut nafsu, hilang habis rancangan,
Bila beli bukan main kepalang,
Penuh tangan dibawa pulang,
Untuk hidangan waktu petang,
Macamana tak cekang pinggang,
Dok hentam penuh pinggan,
Sampai maghrib pun hilang,
Itu petanda taufan datang...
Habis disapunya keliling kelalang,
Putih mata putih tulang,
Lain kali ingat pada tuhan,

Apa kisah depa kata..
Katanya dosa sendiri-sendiri punya,
Kubur pun lain-lain kepala,
Tapi aku pun dok garu kepala,
Sepatutnya depa kesah juga..
Bila menjerit dalam kubur kena tala,
Dengan malaikat maa rabbuka,
Sehingga mengganggu ahli kubur lain pula,
Itu depa kata tak ganggu namanya...
Punya bengong apa punya nalla..

Selamat berpuasa semua,
Seronok dok kacau-kacau saja...
Dari dok saja tak buat apa-apa..
Gurau sikit-sikit saja,
Celoteh-celoteh di bulan mulia,
Tapi takut pula kurang pahala,
Kena sumpah mai dosa,
Habis pahala kena gabuih semua,
Ampun maaf dari hujung kaki terus ke kepala..
Selamat berpuasa semua...
Semoga beroleh barakah puasa,
Dari Allah yang Maha berkuasa...

Ramadhan kareem

abuzorief @ sheffield
19/8/2010, khamis
11.50am UK